Sabtu, 06 Juni 2020

Cara menyusun business plan yang baik dan sistematis. Auto dapat investor.




Hai sob. Dalam manajemen ada 4 fungsi pokok yang tertuang dalam P.O.A.C salah satunya Planning(perencanaan). Perencanan disini mencangkup semua hal dan awal bergeraknnya usaha yang akan di bangun. Perencanan memagang peran eksklusif karena bertindak menjadi dasar untuk mencapai keberhasilan di depan.

Salah satu perencanan usaha adalah perlunya support para stakeholder dan shareholder supaya tujuan berjalan tepat serta sesuai dengan jalur yang dipilih. Hal yang jauh lebih dalam lagi adalah Bussines Plan.

Sebuah perencanaan bisnis yang di susun secara sistematika untuk menjabarkan usaha yang akan dijalankan dan keunggulan kelemahan peluang dan juga tantangan. Ini menjadi salah satu factor yang di perhatikan oleh investor untuk melirik usaha yang akan kita jalankan. Karena tujuan dari bussines plan adalah untuk menarik investor untuk bergabung bersama kita.

Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, perencanaan bisnis harus dapat menyajikan informasi yang efektif dan efisien sesuai dengan tujuan utamanya, dimana berisikan semua aspek internal maupun eksternal bisnis. Adapun materi atau isinya busines plan minimal harus dapat menjelaskan atau memuat informasi mengenai tiga aspek manajemen perusahaan, yaitu pemasaran, prouksi atau operasional dan aspek keuangan.

Jadi bisa di dilihat pentingnya penulisan dalam Bussines Plan supaya informasi yang penting bisa dikomunikasikan dengan baik kepada investor.

Berikut sistematika yang baik untuk dalam menulis Bussines Plan:

1.  Cover

Cover minimal berisi judul yang mempunyai nilai jual. Nilai jual disini dimaksudkan adalah sesuatu kalimat yang menarik dan sesuai dengan usaha yang kita jabarkan. Disnilah langkah pertama kalian untuk menarik investor kepada usaha kita.
misalnya “lezatnya toping rupiah Hoklopan malam”, dan jagan lupa  memuat gambar-gambar yang menarik dan menggambarkan kelebihan usaha yang sedang dirintis.


2.   Executive summary

Ringkasan eksekutif (executive summary) adalah bagian dari rencana bisnis  baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, Biasanya ditempatkan di depan yang secara ringkas menjelaskan komponen utama yang akan dirinci pada bagian selanjutnya. Pada dasarnya ringkasan eksekutif harus menjelaskan siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana rencana bisnis, latar belakang bisnis, visi dan misi.
Pada bagian ini juga bisa ditampilan analisa SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman).



3.   Marketing plan

Atau diIndonesaikan adalah perencanaan pasar. Pada aspek manajemen pemasaran ini, ada dua hal penting yang harus dibahas, yaitu mengenai; Gambaran umum pasar yang bisa dianalisa dengan pendekatan STP, yaitu segmen pasar merupakan gambaran umum dari konsumen usaha anda, target pasar merupakan sasaran khusus bagi konsumen potensial dari usaha anda dan positioning adalah bagaimana kita menempatkan usaha kita diantara pesaing usaha yang sejenis. Bagian ini menjadi perhatian lebih karena disini anda akan memperlihatkan kemampuan kalian dalam menganalisa pasar dan bisakah kalian menempatkan usaha kalian dengan konsumen potensial.


4.   Marketing mix 7p

Didalam susunan Bussines Plan kadang sesi ini bergabung dengan Marketing Plan. 7p membahas secara keseluruhan bagaimana produk kalian, kemampuan produk kalian dengan pesaing, harga, promosi hingga distribusi dan tempat usaha.

1.      Product, strategi mengenai bagaimana produk usaha kita dapat menarik hati konsumen untuk membelinya. Produk usaha kita dapat dibedakan berdasarkan mutu / kualitas, ukuran, desain, kemasan, dan kegunaan lebih dibandingkan pesaing.

2.      Price, strategi mengenai bagaimana produk kita lebih menarik konsumen dari segi harga dibandingkan pesaing. Umumnya konsumen lebih tertarik kepada produk dengan harga yang lebih murah. Selainnya itu dari segi harga, kita dapat membedakan produk kita berdasarkan harga satuan dan harga grosir, syarat pembayaran, diskon/potongan harga.

3.   Promotion, strategi mengenai bagaimana produk kita dapat dikenal oleh konsumen melalui cara advertising, Sales Promotion, Personal Selling, Public Relation dan lain-lain.

4.      Placement, Merupakan cara untuk mendistribusikan produk kita untuk sampai ke tangan konsumen. Sistem distribusi yang dilakukan dapat secara langsung ke konsumen atau melalui pedagang perantara seperti wholesaler (pedagang besar) atau retailer (pedagang kecil).

5.  People, Merupakan kriteria sumber daya manusia secara umum yang dapat meningkatkan penjualan produk ke konsumen secara langsung ataupun tidak langsung.

6.  Process, Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk membeli. Proses yang dapat ditampilkan seperti proses produksi yang baik ataupun proses pelayanan terhadap konsumen.

7.      Physical Evidence, Penampilan fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam menjual produk yang dapat dilihat langsung oleh konsumen. Seperti tempat yang menarik dan bersih untuk restoran.


5.   Production plan

Disini pembahsan lebih lanjut tentang bagaimana usaha anda akan berproduksi apakah usaha kalian bisa efesien atau tidak dengan harga Output yang akan di tetapkan.
Biasanya unutk Business plan sederhana pembahasan aspek production plan di satukan dengan pembahasan operation plan dan organization and management plan, yang membuat sekurang-kurang ;
Proses produksi (produk) atau prosedur pelayanan (jasa) dari awal proses sampai produk diterima atau pelayan akhir diperoleh oleh kosumen dan dilengkapi dengan proses purna jual jika ada.



6.   Financial projection

Bisa dikatakan masuk ke jantungnya bisnis kalian. Sebab keungan yang baik akan menghantarkan anda pada kesehatan keungan yang baik dan mudah dilirik oleh investor incaran kalian.
proyeksi keuangan ini dijelaskan kebutuhan permodalan/keuangan, jumlah modal yang dibutuhkan dan penjelasan secara singkat penggunaan modal anda. Sebenarnya bagian ini merupakan rekapitulasi dari marketing plan dan production plan yang dituangkan dalam bentuk biaya.
Selain itu untuk business plan yang kompleks, diperlukan analisa ”Rencana Penjualan &dan Aliran Kas” serta Analisa Risiko Bisnis Analisa Kelayakan Usaha (analisa, Paybak Period, Net Present Value, Profitability Index Internal Rate of Return, dan analisa keuntungan, misalnya Break even Point analysis).
Namun untuk business plan yang sederhana analisa kelayakan usaha yang diperlukan sekurang-kurangnya Payback Period atau periode pengembalian modal.



7.   Business plan conclusion

Setelah anda berpanjang ria memaparkan konsep usaha kalian, maka sampalah pada titik kesimpulan.
Disni kalian akan membuat konklusi dengan acuan pada pertanyaan mengapa bisnis anda harus tetap dijalankan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Sekarang kalian sudah bisa mengaplikasikannya untuk mencari investor incaran kalian semoga usaha kalian berjalan lancer teman.

Previous Post
Next Post

0 Comments: