Sabtu, 20 Juni 2020

Kiat-kiat supaya usaha kamu nggak "Angat-angat taik ayam"

Kiat-kiat supaya usaha kamu tidak Angat-angat taik ayam, exsis terus!-infobelitung


Dalam Bahasa Belitung orang sering kali mengatakan "ihw Angat-angat taik ayam", tentu peribahasa ini sangat melekat untuk melebelkan sesuatu yang terkenal sesaat kemudian lenyap seperti telan bumi. 

Dalam usaha maka perlu di perhatiakn keberlangsungan produk atau dalam Bahasa kerenya PLC (Product life Sycle) perputaran produk di mulai dari pengenalan hingga penurunan.

Kiat-kiat supaya usaha kamu tidak Angat-angat taik ayam, exsis terus!-infobelitung


Tugas kita sebagai pelaku usaha adalah bagaimana mempertahankan produk kita supaya berada di tingkat teratas dan tidak mudah mengalami penurunan.

Konsep-konsep ini sangat perlu di perhatikan supaya tidak ada kata-kata ihw Angat-angat taik ayam, tentu ini berlaku untuk semua hal baik yang profit oriented maupun non-profit oriented, baik dari usaha berbasis UMKM sampai pelaku industry pariwisata.

Penting sekali bahwa pola-pola daur hidup produk harus tetap di jaga dan selalu di kontrol supaya tetap exisis. 

Satu hal kecil saja bahwa untuk membangun usaha bukan hanya tentang dimana usaha tersebut bertengger, lebih dari itu bahwa banyak sekali faktor-faktor yang di perlukan supaya produk kita tetap exsis terdengar di telinga masyarakat kita.

Berikut adalah 7 konsep dasar yang harus perhatikan demi kelangsungan hidup usaha anda supaya tidak terjadi Angat-angat taik ayam ( kita ambil contoh usaha kuliner):

1.   Survey

Hal yang kadang sering kali tidak pernah dilakukan karena beranggapan bahwa hal ini tidak penting, yaitu Survey. 

Survey menyangkut banyak hal yang didalamnya terdapat hal-hal yang perlu kamu ketahui untuk menunjang usaha kamu ketika sudah berjalan nantinya, baik dari selera pasar, harga competitor, bahan baku, tenaga kerja dan masih banyak lagi.

Untuk kasus usaha kuliner bahwa di Belitung sangat banyak bertebaran dimana-mana usaha kulineran, sehingga menjadikan kamu harus cermat dalam bertindak dan menyiapkan segala sesautunya.

2.   Selera

Selera tetap menjadi jadi prioritas. Bagaimana konsumen mau loyal dengan produk kamu jika rasa tak sesuai harapan, walaupun pelayanan baik dan harga terjangkau.

Sesuaikan citarasa makanan dengan target pasar yang dituju. Lakukan survey pasar untuk mengetahui keinginan konsumen di daerah anda membuka bisnis. Hindari untuk menjadi obyektif terhadap citarasa produk jualan anda. Jangan hanya memerhatikan selera dan keinginan diri sendiri.dan ingat cobalah buat rasa yang khas!.


3. Gaya Hidup. 

Tren sangat penting untuk di ikuti, bukan untuk bermuas diri namun untuk melihat bagaimana tren/ pola hidup orang sekarang yang nantinya akan bisa kamu aplikasikan dalam hal menerapkan strategi usaha kamu. 


Karena sekarang ini Makanan bukan hanya sebagai pemuas rasa lapar. Tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup. Contoh saja sekarang banyak orang sudah beralih ke gaya hdup sehat maka sesuaikan itu dengan produk kamu.


4.   Produksi 

Perhatikan sumber bahan baku, alur produksi, harga produksi, peralatan, keunggulan produk, sampai kemasan produk. Jangan hanya asal menjual produk, kalau bahan baku sulit didapat maka akan mengganggu proses produksi.


Maka alur-alur ini harus di perhatikan untuk keberlangsungan usaha kamu yang nantinya akan mempermudah dalam berproduksi.


5.   Rencana pemasaran. 

Sebenarnya langkah ini sudah harus dilakukan sejak awal ditahap survey.namun dalam banyak kasus bahwa survey di tahap awal biasanya sering tidak menyeluruh karena belum terbiasa dengan lingkungan yang di hadapi.


Maka sebelum memutuskan bisnis yang dijalankan kamu harus bisa menganalisis pasar dan gaya pemasaran. Contoh berikan discount saat usaha pertama kali dibuka sebagai promosi.


6.   Lokasi 

Lanjut ke hal yang banyak orang pikirkan adalah Lokasi. Lokasi menjadi hal yang diperhatiakan karena ketika usah abaru mulai berjlanan maka kamu harus giat promosi, dengan lokasi yang strategis maka kamu sudah terbantu untuk mempromosikan usaha-mu.


Lokasi menentukan tingkat persaingan, tempat usaha kuliner yang terletak di tempat strategis, seperti area pendidikan dan perkantoran akan semakin membuat banyak orang yang melihat dan mengakses.

Tidak hanya di dalam ruangan saja, lahan parkir juga harus diperhatikan. Jangan sampai mengganggu akses jalan umum dan semrawut penataannya.


7.   Higienis 

Ingat era sekarang ini kebersihan menjadi isu yan sensitive. Orang akan cenderung mencari tempat yang bersih dan terlihat rapi untuk datang berkunjung.
Tempat usaha makanan harus bersih. Setiap ada tamu pergi meja kursi secepatnya dibersihkan. 

Alat makan seperti piring sendok juga diperhatikan kebersihannya. Bagaimanapun juga suasana tempat yang nyaman akan menambah selera makan para pelanggan. Ingat gaya hidup sekarang sudah mulai ke pola hidup sehat.


8.   Kotak saran. 

Banyak para praktisi usaha menyarankan bahwa kritik dan saran sanagat penting, apalagi diberikan oleh konsumen yang pernah berkunjung. Mereka memberikan krtik dan saran maka secara tidak langsung ada kepedulian mereka terhadap usaha mu. Maka jagan biarkan hal itu menjadi sia-sia


Sediakan kotak saran atau sms center untuk mengetahui feedback dari pelanggan. Berikan potongan harga atau promo kepada pelanggan yang bersedia memberikan masukan positif untuk tempat usaha. Interaksi dengan pelanggan juga bisa dilakukan melalui social media. Buatlah akun secara khusus untuk berinteraksi sekaligus berpromosi tempat usaha kuliner anda.



Kiat-kiat supaya usaha kamu tidak Angat-angat taik ayam, exsis terus!-infobelitung



Jika kiat-kiat diatas kamu lakukan setidaknya kamu sudah melakukan hal-hal penting untuk menyelamatkan usahamu. Jika memang kamu berniat di usaha kuliner maka yang paling utama dan hakikatnya kuliner, perhatikan cita rasa.

Sebaik apapun pelayanan dan pendukung lainnya , tanpacita rasa yang menarik kamu tetap akan bisa bersaing.
Semoga beruntung!




Sumber rujukan:
Konsep Dasar Bisnis Kuliner - Info Wirausaha, Peluang Usaha dan Tips Wirausaha Sukses http://wartawirausaha.com/2013/02/konsep-dasar-bisnis-kuliner/#ixzz6Ori5cnAy


http://wartawirausaha.com/2013/02/konsep-dasar-bisnis-kuliner/#axzz6OqfGqax7
Previous Post
Next Post

0 Comments: